Tugas
Kelompok
“Perubahan
Sosial Pada Masyarakat Islam”
Makalah
ini diajukun untuk memenuhi tugas “Peta SosEk Masyarakat Islam”
Di
susun oleh :
Rani
Musodah (1241020002)
Khodijah (1241020051)
Nia
Fitria Makmun (1241020008)
Enggar
Linawati (1241020040)
Dosen
Pembimbing :
Drs. Mansur Hidayat, S.Ag, M.Sos.i

PENGEMBANGAN
MASYARAKAT ISLAM
FAKULTAS
DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
IAIN RADEN
INTAN LAMPUNG
1435 H /2013 M
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, Tuhan yang tunggal dengan keagungan
dan kekuasaan. Tuhan yang meninggikan langit dengan tanpa tiang. Tuhan yang
mentakdirkan pada langit-langit itu rezeki hamba , yang memalingkan mata
orang-orang yang memiliki hati dan akal yang dapat melihat hakikat semua dengan
sinar cahaya. Allah yang meninggikan cita-cita hamba-Nya dari menoleh kepada
selain Allah Ta’ala. Tuhan yang menjadi
tempat bersandar segala sesuatu ,serta dengan rahmat-Nya. Salawat dan salam
dihaturkan kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW, karena perjuangan beliau kita dapat menikmati iman kepada Allah SWT.
Sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini,
guna untuk memenuhi tugas mata kuliah Peta Sosial & Ekonomi Masyarakat Islam. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada pihak yang membantu
pembuatan makalah ini, pada Bapak dosen yang telah memberikan bimbingan serta
arahan kepada kami dalam menyelesaikan makalah ini sehingga dapat terselesaikan
dengan baik. Harapan kami, dengan makalah yang berjudul Perubahan
Sosial & Budaya pada Masyarakat Islam semoga bagi siapa saja yang membacanya akan mendapatkan manfaat ilmu
kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup yang tentunya dihiasi dengan akhlak-akhlak
yang mulia seperti akhlak Rasulullah s.a.w, dimana tiada seorang pun yang dapat menemukan
kebaikan dan kebahagiaan tersebut
kecuali dengan meniru akhlak Rasulullah s.a.w Karena hal itulah yang lebih pantas untuk ditiru oleh
orang yang beriman. Dan pada akhirnya, segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah
memberikan ridha-Nya kepada kita semua.
Bandar Lampung , Mei 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR.................................................................................
i
DAFTAR ISI...............................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
Latar
Belakang................................................................................... 1
Rumusan
Masalah............................................................................... 1
Tujuan
Makalah.................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 1
A. Pengertian Perubahan Sosial...................................................................... 2
B. Sebab-Sebab yang Mempengaruhi Perubahan Sosial............................... 3
C. Faktor yang Mempercepat dan Memperlambat Perubahan
social............. 4
D. Pandangan Islam Mengenai Perubahan Sosial.......................................... 5
E. Perubahan Sosial dan Budaya Pada Masyarakat....................................... 7
F. Perilaku Masyarakat sebagai Akibat
Adanya Perubahan Sosial Budaya... 8
G. Keterkaitan Perubahan social dan Pemetaan
Sos-Ek M.I......................... 9
BAB III. PENUTUP.................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Setiap masyarakat dalam kehidupannya
pasti mengalami perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya, perubahan yang terjdi
bukan hanya menuju ke arah kemajuan, namun dapat juga menuju ke arah
kemunduran. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu.
Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya,
sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Gillin dan Gillin menyatakan bahwa
perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah
diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, dinamika dan
komposisi penduduk, ideologi, ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di
dalam masyarakat.
Disini pemakalah akan
mencoba menjelaskan mengenai perubahan social yang terjadi di dalam masyarakat
terutama Masyarakat islam. Berupa dari pengertian perubahan social, dampak baik
dan buruk akibat perubahan tersebut, dan kondisi masyarakat setelah terjadi
perubahan social.
- Rumusan Masalah
1.
Apakah yang dimaksud dengan perubahan social
dalam masyarakat islam?
- Tujuan Makalah
1.
Agar mahasiswa mampu memahami pengertian dari
perubahan social dalam masyarakat islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Perubahan sosial
Perubahan
Sosial adalah perubahan dalam hubungan interaksi antar orang, komunitas, atau
organisasi, ia dapat menyangkut pola “nilai dan norma” atau “struktur sosial”.
Wilbert Moore berpendapat bahwa yang dimaksudkan dengan perubahan sosial adalah
“perubahan penting dari struktur sosial”, sedangkan yang dimaksudkan dengan
struktur sosial adalah “pola-pola perilaku dan interaksi sosial”.
Kingsley
Davis berpendapat bahwa perubahan sosial adalah perubahan dalam struktur dan
fungsi masyarakat. Misalnya saja adanya organisasi buruh dalam masyarakat
kapitalis, terjadi perubahan-perubahan antara majikan dengan buruh, selanjutnya
perubahan-perubahan organisasi sosial dan politik. Dan terakhir, dikutip dari Selo
Soemardjan mengartikan perubahan sosial itu adalah segala perubahan pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem
sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku
diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Sedangkan menurut Wilbert More, Misalhnya
mendefinisikan perubahan social sebagai perubahan penting dari struktur social,
dan yang dimaksud dengan struktur social adalah pola-pola prilaku dan interaksi
social.[1]
Perubahan
sosial yang terbesar dalam sepanjang abad islam mungkin adalah apa yang telah
dibawa oleh Muhammad saw. Melalui metode-metode yang dipakai telah mampu
mengubah pola perilaku masyarakat dari yang suka berperang, suka membunuh anak
perempuan, suka mabuk-mabukan menjadi masyarakat yang progresif, intelektual,
terpelajar, dan yang terpenting, semua perilaku masa lalunya hilang ketika Muhammad
mengubah sosio-kultural yang ada pada waktu itu.
- Sebab-Sebab yang Mempengaruhi Perubahan Sosial
- Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab Intern)
Berikut
ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat (sebab
intern): 1) Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah
penduduk. 2) Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di
masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru
yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention). 3) Munculnya berbagai bentuk
pertentangan (conflict) dalam masyarakat. 4) Terjadinya pemberontakan atau
revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar.
Misalnya, Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan
kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan
pada doktrin Marxis. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar,
baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.
- Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab Ekstern)
Perubahan
sosial dan kebudayaan juga dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal
dari luar masyarakat (sebab ekstern). Berikut ini sebab-sebab yang berasal dari
luar masyarakat. 1) Adanya pengaruh bencana alam. Kondisi ini terkadang
memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah
kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru,
maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang
baru tersebut. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada
struktur dan pola kelembagaannya. 2) Adanya peperangan, baik perang
saudara maupun perang antarnegara dapat me-nyebabkan perubahan, karena pihak
yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada
pihak yang kalah. 3) Adanya pengaruh kebudayaan
masyarakat lain. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan
perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan, maka
disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak,
maka disebut cultural animosity. Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang
lebih tinggi dari kebudayaan lain, maka akan muncul proses imitasi yang lambat
laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur
kebudayaan baru tersebut.
- Faktor yang Mempercepat dan Menghambat Perubahan social
- Faktor Pendorong/Mempercepat Perubahan Sosial[2] :
a.
Kontak dengan Budaya Lain
b.
Sistem pendidikan formal yang maju
c.
Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
d.
Adanya toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang
e.
System stratifikasi masyrakat yang terbuka
f.
Penduduk yang hetergogen
g.
Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang- bidang tertentu
h.
Adanya orientasi masa depan
i.
Adanya nilai bahwa manusia harus selalu berusaha untuk memperbaiki
kehidupannya
- Faktor yang Menghambat Perubahan Sosial[3] :
a.
Kurangnya hubungan dengan masyrakat lain
b.
Perkembangan Ilmu pengetahuan yang lambat
c.
Sikap masyarakat yang sangat tradisional
d.
Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau
versted interest
e.
Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada interaksi kebudayaan
f.
Prasangka terhadap hal-hal baru/asing/sikap yang tertutup
g.
Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis
h.
Adat atau kebiasaan
i.
Adanya nilai bahwa hidup ini pda hakikatnya buruk dan tidak mungkin
diperbaiki.
- Pandangan Islam Mengenai Perubahan Sosial
Perubahan
sosial juga mendapat perhatian dalam agama Islam. Jalaludin Rakhmat menyatakan
bahwa terdapat dua hal penting dalam proses perubahan sosial menurut Islam. Pertama,
Islam memandang perubahan sosial harus dimulai dari perubahan individu. Kedua,
secara berangsur-angsur, perubahan individu ini harus disusul dengan perubahan
institusional. Dari dua hal tersebut, perubahan sosial yang dimaksud dalam
Islam adalah perubahan dalam hal struktur sosial yang timpang, hegemonik, dan dominatif. Oleh karena itu, perubahan struktur sosial yang ada
merupakan syarat yang harus ada untuk mencapai suatu bentuk ideal. Sehingga
perubahan sosial tersebut tergantung pada struktur-struktur kekuasaan dalam
masyarakat pada bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan ideologi.[4]
Perubahan
adalah suatu hukum alam atau disebut Sunnatullah. Perubahan juga mempunyai kaitan erat
dengan misi pelurusan, perbaikan, demi membangun umat yang islami, sedangkan
Perubahan sosial adalah perbaikan antara kondisi sekarang dan kondisi
sebelumnya terhadap aspek-aspek dari struktur social termasuk didalamnya pola
perilaku, sikap, akhlak, dan nilai-nilai.Melakukan perubahan social tidak bisa diselesaikan hanya
dengan berpangku tangan tanpa ada usaha untuk melakukan perbaikan-perbaikan,
sebab allah tidak akan mengubah keadaan apapaun selama kita tidak mengubah
sebab keadaan itu sendiri. Sebagaimana firman allah dalam al-qur’an Surah
Ar-Ra’ad ayat 11:
لَهُ
مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ
اللّهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا
بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءاً فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا
لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ
Artinya: “Bagi manusia ada
malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di
belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak
merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri
mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum,
maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi
mereka selain Dia”.
Tafsiran ayat ini menjelaskan tentang
Allah mewahyukan pada salah seorang Nabi bani israil: katakanlah kepada kaummu,
“tidaklah penduduk suatu negeri dan tidaklah penghuni suatu rumah yang berada
dalam ketaatan pada Allah, kemudian mereka beralih kepada kemaksiatan terhadap
Allah melainkan Allah mengalihkan dari mereka apa yang mereka cintai kepada apa
yang mereka benci. “ kemudian Ibrahim berkata: pembenaran atas pernyataan itu
terdapat dalam kitab Allah, “ sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu
kaum, sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.
Didalam
masyarakat islam itu sendiri sebenarnya terbagi menjadi 2 dalam menerima
perubahan dan tidak menerima perubahan. Masyarakat muslim yang tidak menerima
perubahan adalah mereka untuk menyelamatkan iman dan agama mereka. Tidak
menerima perubahan berarti tidak menerima sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru
itu adalah mungkin berbentuk ide, konsepsi, ataupun gagasan. Selain daripada
itu masyarakat islam terbuka dalam perubahan sosial entah itu dalam sesuatu
yang baru, ataupun karena asimilasi, difusi, dan akulturasi. Namun, ada juga
masyarakat muslim yang menerima perubahan sosial tanpa batas. Demi untuk maju,
semua perubahan dihalalkan. Apakah mengenai prinsip sosialnya atau cara
pelaksanaannya. Dengan menerima prinsip yang bukan dari Islam, maka ia tergelincir
kepada cara hidup yang bukan kepada islam, walaupun sebenarnya ia masih
beragama islam atau mungkin bisa juga disebut materialisme, hedonisme, dan
isme-isme yang baru. Karena sosiobudayanya tidak mengikuti dengan apa yang
telah digariskan oleh islam. Dan mereka yang menolak perubahan sosial menjadi
statik. Prinsip dan cara pengalamannya hanya terhenti saat ada dalil naqli.
Melakukan
perubahan sosial tidak bisa selesai hanya berpangku tangan tanpa melakukan
perbaikan-perbaikan. Masa-masa keajaiban itu bersifat ghaib dan kita
menyerahkannya pada Allah. Dalam alam pikiran rasionalitas kita, secara logis
Allah menegaskan sebuah hukum alam (sunnatullah) bahwa “Sesungguhnya Allah
tidak mengubah keadaan sebuah kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada
diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’ad: 11). Ayat ini dengan jelas menuntut segala
potensi yang kita miliki untuk melakukan perubahan, jika kita telah bergerak
maka Allah pun akan membantu perubahan itu.[5]
- Perubahan Social Budaya Dalam Masyarakat
Proses perubahan
dapat dialami oleh semua orang, baik pada tataran individu (mikro),
kelompok-kelompok dalam masyarakat (meso) maupun masyarakat sebagai sebuah
kesatuan kelompok yang luas (makro). Adapun proses perubahan tersebut dapat
terjadi secara alamiah maupun secara terencana.
Masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami
perubahan. Perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, tetapi
dapat juga menuju ke arah kemunduran. Tujuan
Perubahan adalah untuk memperbaiki sikap dan perilaku maka dalam hal ini
yang terpenting adalah upaya yang bersifat preventif atau pencegahan, yaitu
dengan jalan menyadarkan atau menekan terhadak hal-hal yang dapat menimbulkan
kejahatan. Terkadang
perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung dengan cepat, sehingga membingungkan
dan menimbulkan ”kejutan budaya” bagi masyarakat. Perubahan itu dapat terjadi
di berbagai aspek kehidupan, seperti peralatan dan perlengkapan hidup, mata
pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, serta
religi/keyakinan.
a) Peralatan
dan perlengkapan hidup mencakup pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga,
senjata, alat produksi, dan transportasi. Sebagai contoh, pada zaman nenek
moyang kita memasak makanan dengan cara membakarnya, sekarang di zaman modern
memasak makanan menggunakan alat modern seperti oven atau membeli makanan yang
diawetkan.
b) Mata
pencaharian dan sistem ekonomi meliputi pertanian, peternakan, dan sistem
produksi. Sebagai contoh, kaum laki-laki bekerja dengan cara berburu atau
pekerjaan lainnya, sedangkan kaum perempuan tinggal di rumah mengurus rumah
tangga dan mengasuh anak. Sekarang kaum perempuan dapat juga bekerja dan mata
pencaharian untuk kaum laki-laki tidak hanya berburu saja, tetapi sudah beragam
jenisnya.
c) Sistem
kemasyarakatan mencakup sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum,
dan sistem perkawinan. Sebagai contohnya, pada masa kehidupan belum begitu
kompleks orang-orang yang ada ikatan darah atau keluarga selalu hidup bersama
dalam satu rumah. Saat ini ikatan masyarakat tidak hanya berdasarkan hubungan
kekerabatan, tetapi juga karena profesi, dan hobi yang sama seperti ikatan
motor gede (MOGE), orari (radio amatir).
d) Bahasa
dahulu disampaikan secara lisan. Sekarang bahasa dapat disampaikan melalui
beragam media, seperti tulisan, sandi, dan sebagainya.
e) Kesenian
mencakup seni rupa, seni suara, dan seni tari. Sebagai contoh, orang Jawa
menganggap bahwa sebuah rumah yang indah jika bernuansa gelap, sekarang
masyarakat Jawa banyak menyukai rumah yang bernuansa terang ataupun pastel.
f) Sistem
pengetahuan berkaitan dengan teknologi. Dahulu kala sistem pengetahuan hanya
berpedoman pada alam atau peristiwa alam. Sekarang ini sistem pengetahuan terus
berkembang seiring berkembangnya teknologi.[6]
g) Religi atau
sistem kepercayaan dahulu kala berwujud sistem keyakinan dan gagasan tentang
dewa, roh halus, dan sebagainya. Oleh karena itu, segala kegiatan manusia
dikaitkan dengan kepercayaan berdasarkan getaran jiwa. Namun, sekarang
aktivitas manusia banyak yang dikaitkan dengan akal dan logika.
h) Pola Hidup. contoh
Masyarakat sekarang lebih suka membeli daripada membuat.
i)
Cara berpakaian . contoh cara berpakaian orang indonesia cenderung meniru gaya
barat yang terbuka.
j)
Perilaku . Contoh Anak banyak yang melawan orang tua dan tidak tahu
sopan santun
- Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial budaya akan
mengubah adat, kebiasaan, cara pandang, bahkan ideologi suatu masyarakat. Telah
dijelaskan di depan bahwa perubahan sosial budaya dapat mengarah pada hal-hal
positif (kemajuan) dan hal-hal negatif (kemunduran). Hal ini tentu saja
memengaruhi pola dan perilaku masyarakatnya. Berikut ini hal-hal positif atau
bentuk kemajuan akibat adanya perubahan sosial budaya.[7]
a)
Memunculkan ide-ide budaya baru yang
sesuai dengan perkembangan zaman.
b)
Membentuk pola pikir masyarakat yang
lebih ilmiah dan rasional.
c)
Terciptanya penemuan-penemuan baru
yang dapat membantu aktivitas manusia.
d)
Munculnya tatanan kehidupan
masyarakat baru yang lebih modern dan ideal.
Berikut ini hal-hal negatif atau
bentuk ke-munduran akibat adanya perubahan sosial budaya.
1) Tergesernya
bentuk-bentuk budaya nasional oleh budaya asing yang terkadang tidak sesuai
dengan kaidah budaya-budaya nasional.
2) Adanya
beberapa kelompok masyarakat yang mengalami ketertinggalan kemajuan budaya dan
kemajuan zaman, baik dari sisi pola pikir ataupun dari sisi pola kehidupannya
(cultural lag atau kesenjangan budaya).
3) Munculnya
bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang makin kompleks.
4) Lunturnya
kaidah-kaidah atau norma budaya lama, misalnya lunturnya kesadaran
bergotong-royong di dalam kehidupan masyarakat kota.
- Keterkaitan antara Perubahan Sosial dan Pemetaan Sosial
Masyarakat
tidak bisa di lepaskan dengan perubahan, karena perubahan memiliki sifat yang
dinamis dan terus berkembang. Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwasanya
perubahan itu memiliki dampak positif dan negative. oleh sebabnya kita sebagai
pengembang masyarakat haruslah mampu memenajemen perubahan yang terjadi dalam
masyarakat agar mempermudah melihat kondisi masyarakat dan dalam memetakan
haruslah sesuai dengan perubahan dalam masyrakat. Sehingga apa yang kita
inginkan dalam masyarakat tersebut mampu diwujudkan sesuai dengan rancangan
kita.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Perubahan
sosial dapat diartikan sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga sosial
dalam suatu masyarakat. Perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial itu
selanjutnya mempunyai pengaruhnya pada sistem-sistem sosialnya, termasuk di
dalamnya nilai-nilai, pola-pola perilaku ataupun sikap-sikap.
Dalam
melakukan perubahan sosial tidak bisa selesai hanya berpangku tangan tanpa
melakukan perbaikan-perbaikan tetapi harus aktif dalam bergerak untuk
mewujudkan sebuah impian menuju tatanan dunia baru yang islami.
Masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami
perubahan. Perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, tetapi
dapat juga menuju ke arah kemunduran. Tujuan
Perubahan adalah untuk memperbaiki sikap dan perilaku maka dalam hal ini
yang terpenting adalah upaya yang bersifat preventif atau pencegahan, yaitu
dengan jalan menyadarkan atau menekan terhadak hal-hal yang dapat menimbulkan
kejahatan. Terkadang
perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung dengan cepat, sehingga
membingungkan dan menimbulkan ”kejutan budaya” bagi masyarakat. Perubahan itu
dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan, seperti peralatan dan perlengkapan
hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem
pengetahuan, serta religi/keyakinan.
DAFTAR PUSTAKA
Nanang Martono, Sosiologi perubahan social,
(Jakarta:Rajawali Pers, 2000).
Robert H.Lauer, Perspektif tentang perubahan social,
(Jakarta:PT Reneka Citra:2003).
Soerjono
Soekanto, Pokok-Pokok Sosiologi Hukum (Jakarta: RajaGrafindo Persada,
1994), hal. 96. Bandingkan pula dengan, Astrid S. Soesanto, Pengantar Sosiologi
dan Perubahan Sosial (Jakarta: Binacipta, 1985), hal. 157-158.
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100903215526AAFSHLc diakses pada 3-5-2014.21.41
Crayon,http://www.crayonpedia.org/mw/BAB_5._PERUBAHAN_SOSIAL_DALAM_MASYARAKAT, Diakses pada 12-02-2014. 19.16
Rorophei, http://rorophei.blogspot.com/2013/07/islam-dan-perubahan-sosial_24.html, diakses pada 2-2-2014.14.45
[4] Rorophei, http://rorophei.blogspot.com/2013/07/islam-dan-perubahan-sosial_24.html, diakses pada 2-2-2014.14.45
[5] Soerjono Soekanto, Pokok-Pokok Sosiologi Hukum,(Jakarta: RajaGrafindo
Persada, 1994), hal. 96. Bandingkan pula dengan, Astrid S. Soesanto, Pengantar
Sosiologi dan Perubahan Sosial (Jakarta: Binacipta, 1985), hal. 157-158.
[6] https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100903215526AAFSHLc diakses pada 3-5-2014.21.41
[7] Crayon, http://www.crayonpedia.org/mw/BAB_5._PERUBAHAN_SOSIAL_DALAM_MASYARAKAT, Diakses pada 12-02-2014. 19.16