Senin, 05 Mei 2014

Makalah Pemetaan Sos.Ek Masyarakat Islam




Tugas Kelompok
 Perubahan Sosial Pada Masyarakat Islam
Makalah ini diajukun untuk memenuhi tugas “Peta SosEk Masyarakat Islam

Di susun oleh :
Rani Musodah                       (1241020002)
Khodijah                                (1241020051)
Nia Fitria Makmun               (1241020008)
Enggar Linawati                   (1241020040)

Dosen Pembimbing :
Drs. Mansur Hidayat, S.Ag, M.Sos.i



PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
IAIN RADEN INTAN LAMPUNG
1435 H /2013 M


KATA PENGANTAR
                                               
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, Tuhan yang tunggal dengan keagungan dan kekuasaan. Tuhan yang meninggikan langit dengan tanpa tiang. Tuhan yang mentakdirkan pada langit-langit itu rezeki hamba , yang memalingkan mata orang-orang yang memiliki hati dan akal yang dapat melihat hakikat semua dengan sinar cahaya. Allah yang meninggikan cita-cita hamba-Nya dari menoleh kepada selain Allah  Ta’ala. Tuhan yang menjadi tempat bersandar segala sesuatu ,serta dengan rahmat-Nya. Salawat dan salam dihaturkan kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW, karena perjuangan beliau kita dapat menikmati iman kepada Allah SWT.
Sehingga kami  dapat menyelesaikan makalah ini, guna untuk memenuhi tugas mata kuliah Peta Sosial & Ekonomi Masyarakat Islam. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada pihak yang membantu pembuatan makalah ini, pada Bapak dosen yang telah memberikan bimbingan serta arahan kepada kami dalam menyelesaikan makalah ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik. Harapan kami, dengan makalah yang berjudul Perubahan Sosial & Budaya pada Masyarakat Islam semoga bagi siapa saja yang membacanya akan mendapatkan manfaat ilmu kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup yang tentunya dihiasi dengan akhlak-akhlak yang mulia seperti akhlak Rasulullah s.a.w, dimana  tiada seorang pun yang dapat menemukan kebaikan dan kebahagiaan tersebut  kecuali dengan meniru akhlak Rasulullah s.a.w Karena hal  itulah yang lebih pantas untuk ditiru oleh orang yang beriman. Dan pada akhirnya, segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah memberikan ridha-Nya kepada kita semua.


Bandar Lampung , Mei 2014

                                                                                                           Penyusun




DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
Latar Belakang................................................................................... 1
Rumusan Masalah............................................................................... 1
Tujuan Makalah.................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 1
A. Pengertian Perubahan Sosial...................................................................... 2
B. Sebab-Sebab  yang Mempengaruhi Perubahan Sosial............................... 3
C. Faktor yang Mempercepat dan Memperlambat Perubahan social............. 4
D. Pandangan Islam Mengenai Perubahan Sosial.......................................... 5
E. Perubahan Sosial dan Budaya Pada Masyarakat....................................... 7
F. Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial Budaya... 8
G. Keterkaitan Perubahan social dan Pemetaan Sos-Ek M.I......................... 9
BAB III. PENUTUP.................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya, perubahan yang terjdi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, namun dapat juga menuju ke arah kemunduran. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu. Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Gillin dan Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, dinamika dan komposisi penduduk, ideologi, ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.
Disini pemakalah akan mencoba menjelaskan mengenai perubahan social yang terjadi di dalam masyarakat terutama Masyarakat islam. Berupa dari pengertian perubahan social, dampak baik dan buruk akibat perubahan tersebut, dan kondisi masyarakat setelah terjadi perubahan social.
  1. Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan perubahan social dalam masyarakat islam?
  1. Tujuan Makalah
1.      Agar mahasiswa mampu memahami pengertian dari perubahan social dalam masyarakat islam.






BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Perubahan sosial

Perubahan Sosial adalah perubahan dalam hubungan interaksi antar orang, komunitas, atau organisasi, ia dapat menyangkut pola “nilai dan norma” atau “struktur sosial”. Wilbert Moore berpendapat bahwa yang dimaksudkan dengan perubahan sosial adalah “perubahan penting dari struktur sosial”, sedangkan yang dimaksudkan dengan struktur sosial adalah “pola-pola perilaku dan interaksi sosial”.
Kingsley Davis berpendapat bahwa perubahan sosial adalah perubahan dalam struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya saja adanya organisasi buruh dalam masyarakat kapitalis, terjadi perubahan-perubahan antara majikan dengan buruh, selanjutnya perubahan-perubahan organisasi sosial dan politik. Dan terakhir, dikutip dari Selo Soemardjan mengartikan perubahan sosial itu adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Sedangkan menurut Wilbert More, Misalhnya mendefinisikan perubahan social sebagai perubahan penting dari struktur social, dan yang dimaksud dengan struktur social adalah pola-pola prilaku dan interaksi social.[1]
Perubahan sosial yang terbesar dalam sepanjang abad islam mungkin adalah apa yang telah dibawa oleh Muhammad saw. Melalui metode-metode yang dipakai telah mampu mengubah pola perilaku masyarakat dari yang suka berperang, suka membunuh anak perempuan, suka mabuk-mabukan menjadi masyarakat yang progresif, intelektual, terpelajar, dan yang terpenting, semua perilaku masa lalunya hilang ketika Muhammad mengubah sosio-kultural yang ada pada waktu itu.
  1. Sebab-Sebab  yang Mempengaruhi Perubahan Sosial
  1. Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab Intern)
Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat (sebab intern):  1) Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk. 2) Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention). 3) Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat. 4) Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Misalnya, Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar, baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.
  1. Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab Ekstern)
Perubahan sosial dan kebudayaan juga dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat (sebab ekstern). Berikut ini sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat. 1) Adanya pengaruh bencana alam. Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru tersebut. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya. 2) Adanya peperangan, baik perang saudara maupun perang antarnegara dapat me-nyebabkan perubahan, karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah. 3) Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan, maka disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak, maka disebut cultural animosity. Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain, maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut.


  1. Faktor yang Mempercepat dan Menghambat Perubahan social
  1. Faktor Pendorong/Mempercepat Perubahan Sosial[2] :
a.       Kontak dengan Budaya Lain
b.      Sistem pendidikan formal yang maju
c.       Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
d.      Adanya toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang
e.       System stratifikasi masyrakat yang terbuka
f.       Penduduk yang hetergogen
g.      Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang- bidang tertentu
h.      Adanya orientasi masa depan
i.        Adanya nilai bahwa manusia harus selalu berusaha untuk memperbaiki kehidupannya
  1. Faktor yang Menghambat Perubahan Sosial[3] :
a.       Kurangnya hubungan dengan masyrakat lain
b.      Perkembangan Ilmu pengetahuan yang lambat
c.       Sikap masyarakat yang sangat tradisional
d.      Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau versted interest
e.       Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada interaksi kebudayaan
f.       Prasangka terhadap hal-hal baru/asing/sikap yang tertutup
g.      Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis
h.      Adat atau kebiasaan
i.        Adanya nilai bahwa hidup ini pda hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki.
  1. Pandangan Islam Mengenai Perubahan Sosial
Perubahan sosial juga mendapat perhatian dalam agama Islam. Jalaludin Rakhmat menyatakan bahwa terdapat dua hal penting dalam proses perubahan sosial menurut Islam. Pertama, Islam memandang perubahan sosial harus dimulai dari perubahan individu. Kedua, secara berangsur-angsur, perubahan individu ini harus disusul dengan perubahan institusional. Dari dua hal tersebut, perubahan sosial yang dimaksud dalam Islam adalah perubahan dalam hal struktur sosial yang timpang, hegemonik, dan dominatif. Oleh karena itu, perubahan struktur sosial yang ada merupakan syarat yang harus ada untuk mencapai suatu bentuk ideal. Sehingga perubahan sosial tersebut tergantung pada struktur-struktur kekuasaan dalam masyarakat pada bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan ideologi.[4]
Perubahan adalah suatu hukum alam atau disebut Sunnatullah. Perubahan juga mempunyai kaitan erat dengan misi pelurusan, perbaikan, demi membangun umat yang islami, sedangkan Perubahan sosial adalah perbaikan antara kondisi sekarang dan kondisi sebelumnya terhadap aspek-aspek dari struktur social termasuk didalamnya pola perilaku, sikap, akhlak, dan nilai-nilai.Melakukan perubahan social tidak bisa diselesaikan hanya dengan berpangku tangan tanpa ada usaha untuk melakukan perbaikan-perbaikan, sebab allah tidak akan mengubah keadaan apapaun selama kita tidak mengubah sebab keadaan itu sendiri. Sebagaimana firman allah dalam al-qur’an Surah Ar-Ra’ad ayat 11:
لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللّهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءاً فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ
Artinya: “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.
Tafsiran ayat ini menjelaskan tentang Allah mewahyukan pada salah seorang Nabi bani israil: katakanlah kepada kaummu, “tidaklah penduduk suatu negeri dan tidaklah penghuni suatu rumah yang berada dalam ketaatan pada Allah, kemudian mereka beralih kepada kemaksiatan terhadap Allah melainkan Allah mengalihkan dari mereka apa yang mereka cintai kepada apa yang mereka benci. “ kemudian Ibrahim berkata: pembenaran atas pernyataan itu terdapat dalam kitab Allah, “ sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.
Didalam masyarakat islam itu sendiri sebenarnya terbagi menjadi 2 dalam menerima perubahan dan tidak menerima perubahan. Masyarakat muslim yang tidak menerima perubahan adalah mereka untuk menyelamatkan iman dan agama mereka. Tidak menerima perubahan berarti tidak menerima sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru itu adalah mungkin berbentuk ide, konsepsi, ataupun gagasan. Selain daripada itu masyarakat islam terbuka dalam perubahan sosial entah itu dalam sesuatu yang baru, ataupun karena asimilasi, difusi, dan akulturasi. Namun, ada juga masyarakat muslim yang menerima perubahan sosial tanpa batas. Demi untuk maju, semua perubahan dihalalkan. Apakah mengenai prinsip sosialnya atau cara pelaksanaannya. Dengan menerima prinsip yang bukan dari Islam, maka ia tergelincir kepada cara hidup yang bukan kepada islam, walaupun sebenarnya ia masih beragama islam atau mungkin bisa juga disebut materialisme, hedonisme, dan isme-isme yang baru. Karena sosiobudayanya tidak mengikuti dengan apa yang telah digariskan oleh islam. Dan mereka yang menolak perubahan sosial menjadi statik. Prinsip dan cara pengalamannya hanya terhenti saat ada dalil naqli.
Melakukan perubahan sosial tidak bisa selesai hanya berpangku tangan tanpa melakukan perbaikan-perbaikan. Masa-masa keajaiban itu bersifat ghaib dan kita menyerahkannya pada Allah. Dalam alam pikiran rasionalitas kita, secara logis Allah menegaskan sebuah hukum alam (sunnatullah) bahwa “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sebuah kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’ad: 11). Ayat ini dengan jelas menuntut segala potensi yang kita miliki untuk melakukan perubahan, jika kita telah bergerak maka Allah pun akan membantu perubahan itu.[5]

  1. Perubahan Social Budaya Dalam Masyarakat
Proses perubahan dapat dialami oleh semua orang, baik pada tataran individu (mikro), kelompok-kelompok dalam masyarakat (meso) maupun masyarakat sebagai sebuah kesatuan kelompok yang luas (makro). Adapun proses perubahan tersebut dapat terjadi secara alamiah maupun secara terencana.
Masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, tetapi dapat juga menuju ke arah kemunduran. Tujuan Perubahan adalah untuk memperbaiki sikap dan perilaku maka  dalam hal ini yang terpenting adalah upaya yang bersifat preventif atau pencegahan, yaitu dengan jalan menyadarkan atau menekan terhadak hal-hal yang dapat menimbulkan kejahatan. Terkadang perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung dengan cepat, sehingga membingungkan dan menimbulkan ”kejutan budaya” bagi masyarakat. Perubahan itu dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan, seperti peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, serta religi/keyakinan. 
a)      Peralatan dan perlengkapan hidup mencakup pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi, dan transportasi. Sebagai contoh, pada zaman nenek moyang kita memasak makanan dengan cara membakarnya, sekarang di zaman modern memasak makanan menggunakan alat modern seperti oven atau membeli makanan yang diawetkan. 
b)      Mata pencaharian dan sistem ekonomi meliputi pertanian, peternakan, dan sistem produksi. Sebagai contoh, kaum laki-laki bekerja dengan cara berburu atau pekerjaan lainnya, sedangkan kaum perempuan tinggal di rumah mengurus rumah tangga dan mengasuh anak. Sekarang kaum perempuan dapat juga bekerja dan mata pencaharian untuk kaum laki-laki tidak hanya berburu saja, tetapi sudah beragam jenisnya. 
c)      Sistem kemasyarakatan mencakup sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, dan sistem perkawinan. Sebagai contohnya, pada masa kehidupan belum begitu kompleks orang-orang yang ada ikatan darah atau keluarga selalu hidup bersama dalam satu rumah. Saat ini ikatan masyarakat tidak hanya berdasarkan hubungan kekerabatan, tetapi juga karena profesi, dan hobi yang sama seperti ikatan motor gede (MOGE), orari (radio amatir). 
d)     Bahasa dahulu disampaikan secara lisan. Sekarang bahasa dapat disampaikan melalui beragam media, seperti tulisan, sandi, dan sebagainya. 
e)      Kesenian mencakup seni rupa, seni suara, dan seni tari. Sebagai contoh, orang Jawa menganggap bahwa sebuah rumah yang indah jika bernuansa gelap, sekarang masyarakat Jawa banyak menyukai rumah yang bernuansa terang ataupun pastel. 
f)       Sistem pengetahuan berkaitan dengan teknologi. Dahulu kala sistem pengetahuan hanya berpedoman pada alam atau peristiwa alam. Sekarang ini sistem pengetahuan terus berkembang seiring berkembangnya teknologi.[6]
g)      Religi atau sistem kepercayaan dahulu kala berwujud sistem keyakinan dan gagasan tentang dewa, roh halus, dan sebagainya. Oleh karena itu, segala kegiatan manusia dikaitkan dengan kepercayaan berdasarkan getaran jiwa. Namun, sekarang aktivitas manusia banyak yang dikaitkan dengan akal dan logika. 
h)      Pola Hidup. contoh Masyarakat sekarang lebih suka membeli daripada membuat. 
i)        Cara berpakaian . contoh cara berpakaian orang indonesia cenderung meniru gaya barat yang terbuka. 
j)        Perilaku . Contoh Anak banyak yang melawan orang tua dan tidak tahu sopan santun
  1. Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial budaya akan mengubah adat, kebiasaan, cara pandang, bahkan ideologi suatu masyarakat. Telah dijelaskan di depan bahwa perubahan sosial budaya dapat mengarah pada hal-hal positif (kemajuan) dan hal-hal negatif (kemunduran). Hal ini tentu saja memengaruhi pola dan perilaku masyarakatnya. Berikut ini hal-hal positif atau bentuk kemajuan akibat adanya perubahan sosial budaya.[7]
a)      Memunculkan ide-ide budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.
b)      Membentuk pola pikir masyarakat yang lebih ilmiah dan rasional.
c)      Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia.
d)     Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern dan ideal.
Berikut ini hal-hal negatif atau bentuk ke-munduran akibat adanya perubahan sosial budaya.
1)      Tergesernya bentuk-bentuk budaya nasional oleh budaya asing yang terkadang tidak sesuai dengan kaidah budaya-budaya nasional.
2)      Adanya beberapa kelompok masyarakat yang mengalami ketertinggalan kemajuan budaya dan kemajuan zaman, baik dari sisi pola pikir ataupun dari sisi pola kehidupannya (cultural lag atau kesenjangan budaya).
3)      Munculnya bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang makin kompleks.
4)      Lunturnya kaidah-kaidah atau norma budaya lama, misalnya lunturnya kesadaran bergotong-royong di dalam kehidupan masyarakat kota.
  1. Keterkaitan antara Perubahan Sosial dan Pemetaan Sosial
Masyarakat tidak bisa di lepaskan dengan perubahan, karena perubahan memiliki sifat yang dinamis dan terus berkembang. Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwasanya perubahan itu memiliki dampak positif dan negative. oleh sebabnya kita sebagai pengembang masyarakat haruslah mampu memenajemen perubahan yang terjadi dalam masyarakat agar mempermudah melihat kondisi masyarakat dan dalam memetakan haruslah sesuai dengan perubahan dalam masyrakat. Sehingga apa yang kita inginkan dalam masyarakat tersebut mampu diwujudkan sesuai dengan rancangan kita.







BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Perubahan sosial dapat diartikan sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga sosial dalam suatu masyarakat. Perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial itu selanjutnya mempunyai pengaruhnya pada sistem-sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, pola-pola perilaku ataupun sikap-sikap.
Dalam melakukan perubahan sosial tidak bisa selesai hanya berpangku tangan tanpa melakukan perbaikan-perbaikan tetapi harus aktif dalam bergerak untuk mewujudkan sebuah impian menuju tatanan dunia baru yang islami.
Masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, tetapi dapat juga menuju ke arah kemunduran. Tujuan Perubahan adalah untuk memperbaiki sikap dan perilaku maka  dalam hal ini yang terpenting adalah upaya yang bersifat preventif atau pencegahan, yaitu dengan jalan menyadarkan atau menekan terhadak hal-hal yang dapat menimbulkan kejahatan. Terkadang perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung dengan cepat, sehingga membingungkan dan menimbulkan ”kejutan budaya” bagi masyarakat. Perubahan itu dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan, seperti peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, serta religi/keyakinan.








DAFTAR PUSTAKA
Nanang Martono, Sosiologi perubahan social, (Jakarta:Rajawali Pers, 2000).
Robert H.Lauer, Perspektif tentang perubahan social, (Jakarta:PT Reneka Citra:2003).
Soerjono Soekanto, Pokok-Pokok Sosiologi Hukum (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1994), hal. 96. Bandingkan pula dengan, Astrid S. Soesanto, Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial (Jakarta: Binacipta, 1985), hal. 157-158.


[1] Robert H.Lauer, Perspektif tentang perubahan social, (Jakarta:PT Reneka Citra:2003), Hal. 4
[2] Nanang Martono, Sosiologi perubahan social, (Jakarta:Rajawali Pers, 2000), Hal.16-19
[3] Nanang Martono, Sosiologi perubahan social, (Jakarta:Rajawali Pers, 2000), Hal.20-21
[5] Soerjono Soekanto, Pokok-Pokok Sosiologi Hukum,(Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1994), hal. 96. Bandingkan pula dengan, Astrid S. Soesanto, Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial (Jakarta: Binacipta, 1985), hal. 157-158.