Senin, 21 Oktober 2013

Muhasabah untuk mu dan untuk ku...


Bismillahirohmanirohim… J
Wahai jiwa yang sakit….
Sudah kah kau temukan obat pereda sakit mu, ataukah kau biarkan jiwa mu akan terus sakit hingga maut menghampirimu, hingga kata penyesalan pun akan kau ucapkan kelak.
Wahai jiwa yang futur….
Sudahkah kau bangunkan jiwa mu dari perasaan malas dan akan kah kau terus membiarkan nya malas, hingga malas itu menjadi teman setia mu.
Wahai jiwa yang lemah….
Kuat lah, karena sesungguhnya Allah telah menciptakan mu dengan sebaik-baik kejadian. Allah anugrahkan kau hati dan akal agar kau selalu sadar bahwa hidup tak harus selalu lemah dan mengeluh.
Wahai jiwa yang lalai….
Sudah kah kau kuat kan azzam mu untuk selalu bertafakur akan ciptaan-Nya ataukah kau selalu menyia-nyia kan waktu mu hingga waktu pun yang akan menyia-nyia kan mu..
Wahai jiwa yang ceria….
Berbahagialah, karena sesungguh nya kebahagian mu membawa dampak postif untuk sekeliling mu, senyum mu menguatkan saudara mu, tawa mu menjadi penghibur sedih nya dan teruslah ceria hingga ceria itu bahagia bersama mu.

Created By:
Hauriyyatun Al-Ajnun La
^_^

Surat Cinta untuk Murrobi kami


Assalamu'alaikum wr.wb
Duhai Murobbi kami, bagaimana kah kabarnya disana? Semoga Allah selalu menaungi mu dalam sebuah keridho'an dan rahmat-Nya.
Duhai Murobbi ku…..
Sedih hati ini dikala engkau tak lagi bersama kami, dikala kita tak bisa lagi berada dalam satu lingkaran untuk bersama-sama mentadaburi surat cinta-Nya Allah untuk ummat nya.
Duhai Murrobi ku….
Terimakasih atas segala cinta dan kasih sayang mu yang tulus untuk kami, terimakasih telah mengajarkan kami banyak hal yang belum kami ketahui, terimakasih untuk segala nasihat mu yang membangun untuk kami, dan terimakasih untuk kesabaran mu dalam mengajarkan kami ilmu. Andai semua perjuangan mu untuk kami dapat di rupiahkan, niscaya kami tak kan pernah mampu untuk membayar nya.
Duhai Murrobi ku….
Maaf jika selama kami jarang hadir pada setiap halaqoh, maaf jika kami terkadang tidak fokus mendengarkan materi dari mu, dan maaf jika kami belum bisa menjadi mutarrobi yang baik sesuai dengan harapan mu.
Ya Rabb…..
Jika pun pertemuan ini adalah pertemuan yang terindah bagi kami, maka jadikan lah pertemuan ini sebagai awal pertemuan kami kelak disurga-Mu dan jika Ukhuwah yang kami bina ini adalah sebuah mimpi, maka kami tak ingin terbangun, karena Ukhuwah ini mimpi terindah untuk kami. J
Ya Allah…
Ikat lah hati kami dalam cinta-Mu, meski jiwa kami terpisah dan mata kami tak sering memandang tapi jadikan lah kami orang-orang yang senantiasa istiqomah dijalan-Mu dan berikan lah kami kekuatan dan kesabaran dalam mengarungi jalan Dakwah-Mu.
Ya Allah….
Kini mata kami akan jarang melihat murrobi kami, dan telinga kami pun akan jarang mendengar nasihat-nasihat dari nya. Jagalah Murrobi kami ya Rabb, berikanlah pasangan hidup yang baik untuknya dan permudahkanlah segala urusannya.
Aamiin ya mujibun sallim.. ^_^

Kata mereka tentang mu
Maratus sholeha       :
Kesan =
"Alhamdulillah, mendapat ilmu yang bermanfaat dan murobi yang sangat sabar."

Pesan =
"Afwan ,jarang nya ana ikut Halaqoh salah satu faktornya adalah mb' Dewi sedikit kurang tegas ketika sedang mengisi materi ada yang ribu, dan buatteman-teman tolong lebih menghargai ketika ada orang yang berbicara bukan malah berbisik-bisik sendiri, kesanya tidak enak khawatir menyinggung perasaan sauadaranya.Afwan."
Wiwit  :
Pesan  : Tetap semangat dalam berbagi dan memberi manfaat setiap langkah.
Kesan : Banyak ilmu yang didapat terutama berkatian dengan bacaan Al-Qur'an.
Vicka  :
" first time belajar tahsim didalam Halaqoh, first time ngobrol2 dengan mb Bapinda saat dibagi kelompok halaqoh dibapinda, Murrobiyah pertama saya Di BAPINDA."
Pesan  :
" Jadilah Murrobi yang tegas dan berwibawa"
Kesan :
" bagus cara membina nya, bisa dijadikan contoh"
(Minnatun Mukarohmah)
Rani Musodah           :
" Halaqoh itu ibarat air dikala dahaga, saat ruhani sedang merasa haus maka di halaqoh lah tempat kita mengisi ulang, Murrobi ku terimakasih untuk kesabaran mu dalam mengajar ku banyak ilmu, terutama membaca Al-qur'an secara tartil."
" satu kenangan yang tak ku lupakan dari halaqoh kita adalah saat engkau mengajari ku Tahsin, disanalah terlihat segala kesabaran mu untuk kami."
" teruslah menjadi murrobi yang selalu siap siaga dengan segala keadaan dan kondisi, Mencintai Murrobi ku karena Allah."

Kamis, 10 Oktober 2013

Bisyarah Rasulullah dan Janji Allah


Bisyarah Rasulullah dan Janji Allah
Bisyarah adalah sebuah kabar gembira yang Allah turunkan kepada ummatnya, baik melalui al-Qur’n ataupun melalui ucapan rasulullah. Bisyarah adalah perlambang janji Allah dan menjadi penyemangat kaum muslim selama berabad-abad lamanya, keyakinan akan janji ALlah ini terpatri kuat di dalam jiwa kaum muslim dan menjadi harapan ditengah-tengah kepuusasaan, menjadi pengingat dalam kealpaan dan menjadi sebuah sumber energi yang tidak terbatas sampai kapanpun juga. Dengan bisyarah inilah kaum muslim berjuang dan menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban dunia.
Salah satu bisyarah yang dapan menginspirasi setiap muslim adalah bisyarah rasulullah yang disampakan oleh Abdullah bin Amru pada shahabat:
فقال ‏عبد الله ‏ ‏بينما نحن حول رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏نكتب إذ سئل رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏أي المدينتين تفتح أولا ‏‏ قسطنطينية ‏ ‏أو ‏‏ رومية ‏ ‏فقال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏مدينة ‏ ‏هرقل ‏ ‏تفتح أولا ‏ ‏يعني ‏‏ قسطنطينية
Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, "bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, tiba-tiba beliau SAW ditanya tentang kota manakah yang akan futuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Rasulullah SAW menjawab, "Kota Heraklius terlebih dahulu (maksudnya Konstantinopel) (HR Ahmad)
لتفتحن القسطنطينية فلنعم الأمير أميرها ولنعم الجيش ذلك الجيش
Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya (HR Ahmad)
Ini adalah sebuah bisyarah, petunjuk dan kabar gembira bagi kaum muslim bahwa dua pilar peradaban barat pada waktu itu yang dijadikan simbol yaitu: Kota Roma (Romawi Barat) dan Kota Konstantinopel (Romawi Timur) akan diberikan dan dibebaskan oleh kaum muslim.
Dan hal ini menjadi penyemangat para Khalifah untuk melakukan futuhat, tercatat dalam sejarah bahwa Abu Ayyub al-Anshari (44 H) pada Khalifah Muawiyyah bin Abu Sufyan adalah orang yang pertama kali ingin merealisasikan janji Allah tersebut, namun karena kondisi fisik beliau tidak mampu memenuhinya, walaupun begitu, beliau meminta agar jasadnya dikuburkan di bawah kaki pasukan kaum muslim terdepan pada saat ekspedisi itu sebagai sebuah milestone bagi mujahid selanjutnya. Lalu Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik (98 H) pada masa Kekhalifahan Umayyah, Khalifah Harun al-Rasyid (190 H) masa Kekhalifahan Abasiyyah, Khalifah Beyazid I (796 H) masa Kekhalifahan Utsmanityyah, Khalifah Murad II (824 H) masa Kekhalifahan Utsmaniyyah juga tercatat dalam usaha penaklukan konstantinopel, tetapi karena satu dan lain hal, Allah belum mengizinkan kaum muslim memenangkan pertempuran itu.
Konstantinopel merupakan salah satu kota terpenting di dunia, kota ini memiliki benteng yang tidak tertembus yang dibangun pada tahun 330 M. oleh Kaisar Byzantium yaitu Constantine I. Konstaninopel memiliki posisi yang sangat penting di mata dunia. Sejak didirikannya, pemerintahan Byzantium telah menjadikannya sebagai ibukota pemerintahan Byzantium. Konstantinopel merupakan salah satu kota terbesar dan benteng terkuat di dunia saat itu, dikelilingi lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu selat Bosphorus, Laut Marmarah dan Tanduk Emas (golden horn) yang dijaga dengan rantai yang sangat besar, hingga tidak memungkinkan untuk masuknya kapal musuh ke dalamnya. Pentingnya posisi konstantinopel ini digambarkan oleh napoleon dengan kata-kata ".....kalaulah dunia ini sebuah negara, maka Konstantinopel inilah yang paling layak menjadi ibukota negaranya!".
Adalah Muhamamd II atau selanjutnya dikenal sebagai Muhammad al-Fatih, yang akan menaklukan kota ini, sejak kecil dia telah dididik oleh ulama-ulama besar pada zamannya, khususnya Syaikh Aaq Syamsuddin yang tidak hanya menanamkan kemampuan beragama dan ilmu Islam, tetapi juga membentuk mental pembebas pada diri Mumammad al-Fatih. Beliau selalu membekali al-Fatih dengan cerita dan kisah para penakluk, kisah syahid dan mulianya para mujahid, dan selalu mengingatkan Muhammad II tentang bisyarah rasulullah dan janji Allah yang menjadikan seorang anak kecil bernama Muhammad II memiliki mental seorang penakluk.
Maka tidak mengherankan ketika berumur 23 tahun, al-Fatih telah menguasai 7 bahasa dan dia telah memimpin ibukota Khilafah Islam di Adrianopel (Edirne) sejak berumur 21 tahun (ada yang memberikan keterangan dia telah matang dalam politik sejak 12 tahun). Sebagian besar hidup al-Fatih berada diatas kuda, dan beliau tidak pernah meninggalkan shalat rawatib dan tahajjudnya untuk menjaga kedekatannya dengan Allah dan memohon pertolongan dan idzinnya atas keinginannya yang telah terpancang kuat dari awal: Menaklukan Konstantinopel.
Diapun sadar untuk menaklukkan konstantiopel dia membutuhkan perencanaan yang baik dan orang-orang yang bisa diandalkan, maka diapun membentuk dan mengumpulkan pasukan elit yang dinamakan Janissaries, yang dilatih dengan ilmu agama, fisik, taktik dan segala yang dibutuhkan oleh tentara, dan pendidikan ini dilaksanakan sejak dini, dan khusus dipersiapkan untuk penaklukan konstantinopel. 40.00 orang yang loyal kepada Allah dan rasul-Nya pun berkumpul dalam penugasan ini. Selain itu dia juga mengamankan selat bosphorus yang menjadi nadi utama perdagangan dan transportasi bagi konstantinopel dengan membangun benteng dengan 7 menara citadel yang selesai dalam waktu kurang dari 4 bulan.
Tetapi konstantinopel bukanlah kota yang mudah ditaklukkan, kota ini menahan serangan dari berbagai penjuru dunia dan berhasil menetralkan semua ancaman yang datang kepadanya karena memiliki sistem pertahanan yang sangat maju pada zamannya, yaitu tembok yang luar biasa tebal dan tinggi, tingginya sekitar 30 m dan tebal 9 m, tidak ada satupun teknologi yang dapat menghancurkan dan menembus tembok ini pada masa lalu. Dan untuk inilah al-Fatih menugaskan khusus pembuatan senjata yang dapat mengatasi tembok ini.
Setelah mempersiapkan meriam raksasa yang dapat melontarkan peluru seberat 700 kg, al-Fatih lalu mempersiapkan 250.000 total pasukannya yang terbagi menjadi 3, yaitu pasukan laut dengan 400 kapal perang menyerang melalui laut marmara, kapal-kapal kecil untuk menembus selat tanduk, dan sisanya melalui jalan darat menyerang dari sebelah barat konstantinopel, awal penyerangan ini dilakukan pada tanggal 6 April 1453, yang terkenal dengan The Siege of Constantinple.
Keseluruhan pasukan al-Fatih dapat direpotkan oleh pasukan konstantinopel yang bertahan di bentengnya, belum lagi serangan bantuan dari negeri kristen lewat laut menambah beratnya pertempuran yang harus dihadapi oleh al-Fatih, sampai tanggal 21 April 1453 tidak sedikitpun tanda-tanda kemenangan akan dicapai pasukan al-Fatih, lalu akhirnya mereka mencoba suatu cara yang tidak terbayangkan kecuali orang yang beriman. Dalam waktu semalam 70 kapal pindah dari selat bosphorus menuju selat tanduk dengan menggunakan tenaga manusia. Yilmaz Oztuna di dalam bukunya Osmanli Tarihi menceritakan salah seorang ahli sejarah tentang Byzantium mengatakan:
“kami tidak pernah melihat dan tidak pernah mendengar sebelumnya, sesuatu yang sangat luar biasa seperti ini. Muhammad Al-Fatih telah mengubah bumi menjadi lautan dan dia menyeberangkan kapal-kapalnya di puncak-puncak gunung sebagai pengganti gelombang-gelombang lautan. Sungguh kehebatannya jauh melebihi apa yang dilakukan oleh Alexander yang Agung,”
Pengepungan ini terus berlanjut sampai dengan tanggal 27 Mei 1453, melihat kemenangan sudah dekat, Muhamamad al-Fatih mengumpulkan para pasukannya lalu berkhutbah didepan mereka:
Jika penaklukan kota Konstantinopel sukses, maka sabda Rasulullah SAW telah menjadi kenyataan dan salah satu dari mukjizatnya telah terbukti, maka kita akan mendapatkan bagian dari apa yang telah menjadi janji dari hadits ini, yang berupa kemuliaan dan penghargaan. Oleh karena itu, sampaikanlah pada para pasukan satu persatu, bahwa kemenangan besar yang akan kita capai ini, akan menambah ketinggian dan kemuliaan Islam. Untuk itu, wajib bagi setiap pasukan, menjadikan syariat selalu didepan matanya dan jangan sampai ada diantara mereka yang melanggar syariat yang mulia ini. Hendaknya mereka tidak mengusik tempat-tempat peribadatan dan gereja-gereja. Hendaknya mereka jangan mengganggu para pendeta dan orang-orang lemah tak berdaya yang tidak ikut terjun dalam pertempuran
Subhanallah, ini sebuah penegasan pada pasukannya bahwa kemenangan tidak akan bisa dicapai dengan mengandalkan kekuatan belaka, bukan pula karena kecerdasan dan strategi perang, Muhammad al-Fatih sangat memahami bahwa kemenangan hanya akan tercapai dengan izin dan pertolongan Allah. Maka ia meminta seluruh pasukannya bermunajat pada Allah, menjauhkan diri dari maksiat, bertahajjud pada malam harinya dan berpuasa pada esok harinya. Pada tanggal 29 Mei 1453, serangan terakhir dilancarkan, dan sebelum Ashar, al-Fatih sudah menginjakkan kakinya di gerbang masuk konstantinopel. Berakhirlah pengepungan selama 52 hari lamanya dan penantian panjang akan janji Allah selama 825 tahun lamanya. Konstantinopel dibebaskan kaum muslim melalui tangan al-Fatih!
Bayangkan, kekuatan seperti apa yang bisa menjaga semangat, persatuan, dan kesabaran selama 52 hari perang dan lintas generasi dalam 825 tahun lamanya? Kekuatan seperti apa yang dapat menjadikan anak muda berumur 23 tahun menaklukan sebuah peradaban besar? Inilah yang dinamakan kekuatan percaya pada janji Allah dan bisyarah rasul-Nya. Kemampuan melihat tidak dengan mata tetapi dengan keimanan, kekuatan yang melebihi apapun, Beyond the Inspiration. Allahuakbar!
Konstantinopel telah takluk dan itu tidak akan terulang kembali karena posisi yang mulia dalam bisyarah rasulullah telah ditempati oleh Muhammad al-Fatih. Penaklukan kota Roma hanya menunggu waktu dan posisi kemuliaan itupun akan ditempati oleh satu orang. Tetapi ada satu bisyarah lagi yang rasulullah sampaikan pada kita, yang mengajak kita semuanya untuk merealisasikan itu.
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

Special to my Parent


Surat Cinta untuk Ayah dan Bunda
Bandar lampung, 7 juni 2013
Assalamu’alaikum wr.wb
Ayah bagaimana kabar nya disana? Masih sering sakit kah perut nya?
Ibu, bagaimana kabarnya disana? Masih sering pusing dan sesak nafas kah?
Ayah dan Ibu, disini Rani sangat merindukan kalian. Rani selalu selipkan nama kalian disetiap usai Rani shalat, dengan harapan Allah selalu menjaga ibu dan ayah disana.
Sedih ketika Rani mendengar Ayah dan ibu sakit dari acik dan adek-adek, rasanya ingin sekali Rani pulang saat itu jga untuk segera berada disamping nya ibu dan ayah memberikan pelayanan terbaik untuk kalian, tapi apalah daya saat kalian sedang sakit Rani tak bisa berada disamping kalian maafkan Rani ya Ayah, Maafkan Rani ya Ibu.
Ibu dan Ayah tidak perlu khawatir dengan keadaan Rani disini, InsyAllah Rani bisa menjaga diri Rani selama Do’a ayah dan ibu selalu tercurah untuk rani disini.
Ibu dan Ayah dulu Rani adalah anak yang kuat tapi sekarang Rani ringkih, maaf ya ibu Rani terkadang tidak menjaga pola makan nya Rani. Maaf juga jika setiap Rani sakit Rani tidak pernah memberi kabar sama ayah dan ibu, rani takut ibu dan ayah terlalu khawatir dengan kondisi Rani disini.
Ibu dan Ayah, Maaf kalau Rani jarang sekali SMS atau Telphone kalian, bukan Rani tidak rindu dengan kalian tapi karena rani tak ingin menjadi anak yang manja, dan maaf saat Ibu dan Ayah telephone durasi nya tidak pernah lama, bukan rani tak sayang dengan kalian tapi rani ingin menjaga perasaan rani, jika rani terus ngobrol dengan ibu dan ayah rani pasti akan menangis, menangis karena rindu nya rani dengan kalian.
Maaf ya ibu, kalau rani lebih banyak cerita dengan teman-teman nya rani mengenai masalah nya rani, rani hanya tidak ingin menambah beban ibu dengan maslah-masalah nya rani, rani tidak ingin ibu kepikiran dengan maslah kampus dan masalah organisasi nya rani, rani tak ingin ibu sakit, rani ingin ibu selalu terlihat sehat saat rani pulang kerumah.
Ayah, terimakasih untuk semua kasih sayang ayah kepada Rani, meskipun itu tidak terlihat secara dzahir namun rani bisa merasakan itu, terimakasih atas nafkah yang ayah berikan kepada rani.
Maaf ibu, jika setiap ibu menanyakan keadaan uang rani, rani selalu bilang ada padahal uang yang rani pegang pas-pas an, rani hanya tak ingin menambah beban ayah, kasihan ayah susah cari uang nya.
Ibu rani tidak pernah menyesal dilahirkan dari rahim ibu rani juga tidak menyesal telah dibesarkan dalam keadaan keluarga yang sederhana, rani juga tidak pernah menyesal mempunyai seorang ibu yang cerewat, karena dari itu semua rani belajar jadi orang yang sederhana dan bisa jadi orang yang kuat. Terimakasih ibu untuk semua nasihat nya meski itu dibungkus dengan kalimat pedas dan membuat air mata ini mengalir, tapi dari kalimat itulah rani belajar untuk terus memperbaiki diri, hingga rani bisa menjadi seperti sekarang ini.
Ibu andaikan semua kasih sayang ibu itu di rupiahkan rani pasti tidak akan pernah bisa membayar nya, karena kasih sayang ibu sudah sangat banyak dan tidak bisa terhitung dengan rupiah maupun dolar sekalipun.
Ayah andaikan keringat ayah bisa di hitung, rani pasti tidak pernah bisa menghitung nya, karena sudah sangat banyak tetesan keringat yang ayah keluarkan untuk keluarga dan untuk biaya rani dari kecil hingga saat ini, saat rani pulang ke rumah rani sedih karena ternyata ayah sekarang semakin tua dan kulit ayah semakin hitam, mata ayah semakin sayu dan banyak goresan-goresan kerut di bagian wajah ayah, maaf ya ayah rani selalu buat ayah repot cari uang untuk biaya kami, semoga dengan perjuangan ayah untuk kami akan Allah balas dengan surga-Nya.
Ayah dan Ibu, maaf jika sampai saat ini rani belum bisa jadi anak yang berbakti dengan kalian, rani masih sering durhaka pada kalian, maafkan rani juga karena belum bisa buat ibu dan ayah bahagia dan bangga memiliki anak seperti Rani.
Satu impian terbesar dalam hidupnya rani adalah rani bisa memberangkat ibu dan ayah mengunjungi Baitullah dengan hasil jerih payah keringat nya rani, selalu do’akan rani ya bu agar bisa jadi anak yang sukses dunia dan akhirat.

Rani selalu Sayang Ibu, Ayah, Acik, dan adek-adek.
Salam rindu dari anak mu

Rani Musodah