Kamis, 10 Oktober 2013

Special to my Parent


Surat Cinta untuk Ayah dan Bunda
Bandar lampung, 7 juni 2013
Assalamu’alaikum wr.wb
Ayah bagaimana kabar nya disana? Masih sering sakit kah perut nya?
Ibu, bagaimana kabarnya disana? Masih sering pusing dan sesak nafas kah?
Ayah dan Ibu, disini Rani sangat merindukan kalian. Rani selalu selipkan nama kalian disetiap usai Rani shalat, dengan harapan Allah selalu menjaga ibu dan ayah disana.
Sedih ketika Rani mendengar Ayah dan ibu sakit dari acik dan adek-adek, rasanya ingin sekali Rani pulang saat itu jga untuk segera berada disamping nya ibu dan ayah memberikan pelayanan terbaik untuk kalian, tapi apalah daya saat kalian sedang sakit Rani tak bisa berada disamping kalian maafkan Rani ya Ayah, Maafkan Rani ya Ibu.
Ibu dan Ayah tidak perlu khawatir dengan keadaan Rani disini, InsyAllah Rani bisa menjaga diri Rani selama Do’a ayah dan ibu selalu tercurah untuk rani disini.
Ibu dan Ayah dulu Rani adalah anak yang kuat tapi sekarang Rani ringkih, maaf ya ibu Rani terkadang tidak menjaga pola makan nya Rani. Maaf juga jika setiap Rani sakit Rani tidak pernah memberi kabar sama ayah dan ibu, rani takut ibu dan ayah terlalu khawatir dengan kondisi Rani disini.
Ibu dan Ayah, Maaf kalau Rani jarang sekali SMS atau Telphone kalian, bukan Rani tidak rindu dengan kalian tapi karena rani tak ingin menjadi anak yang manja, dan maaf saat Ibu dan Ayah telephone durasi nya tidak pernah lama, bukan rani tak sayang dengan kalian tapi rani ingin menjaga perasaan rani, jika rani terus ngobrol dengan ibu dan ayah rani pasti akan menangis, menangis karena rindu nya rani dengan kalian.
Maaf ya ibu, kalau rani lebih banyak cerita dengan teman-teman nya rani mengenai masalah nya rani, rani hanya tidak ingin menambah beban ibu dengan maslah-masalah nya rani, rani tidak ingin ibu kepikiran dengan maslah kampus dan masalah organisasi nya rani, rani tak ingin ibu sakit, rani ingin ibu selalu terlihat sehat saat rani pulang kerumah.
Ayah, terimakasih untuk semua kasih sayang ayah kepada Rani, meskipun itu tidak terlihat secara dzahir namun rani bisa merasakan itu, terimakasih atas nafkah yang ayah berikan kepada rani.
Maaf ibu, jika setiap ibu menanyakan keadaan uang rani, rani selalu bilang ada padahal uang yang rani pegang pas-pas an, rani hanya tak ingin menambah beban ayah, kasihan ayah susah cari uang nya.
Ibu rani tidak pernah menyesal dilahirkan dari rahim ibu rani juga tidak menyesal telah dibesarkan dalam keadaan keluarga yang sederhana, rani juga tidak pernah menyesal mempunyai seorang ibu yang cerewat, karena dari itu semua rani belajar jadi orang yang sederhana dan bisa jadi orang yang kuat. Terimakasih ibu untuk semua nasihat nya meski itu dibungkus dengan kalimat pedas dan membuat air mata ini mengalir, tapi dari kalimat itulah rani belajar untuk terus memperbaiki diri, hingga rani bisa menjadi seperti sekarang ini.
Ibu andaikan semua kasih sayang ibu itu di rupiahkan rani pasti tidak akan pernah bisa membayar nya, karena kasih sayang ibu sudah sangat banyak dan tidak bisa terhitung dengan rupiah maupun dolar sekalipun.
Ayah andaikan keringat ayah bisa di hitung, rani pasti tidak pernah bisa menghitung nya, karena sudah sangat banyak tetesan keringat yang ayah keluarkan untuk keluarga dan untuk biaya rani dari kecil hingga saat ini, saat rani pulang ke rumah rani sedih karena ternyata ayah sekarang semakin tua dan kulit ayah semakin hitam, mata ayah semakin sayu dan banyak goresan-goresan kerut di bagian wajah ayah, maaf ya ayah rani selalu buat ayah repot cari uang untuk biaya kami, semoga dengan perjuangan ayah untuk kami akan Allah balas dengan surga-Nya.
Ayah dan Ibu, maaf jika sampai saat ini rani belum bisa jadi anak yang berbakti dengan kalian, rani masih sering durhaka pada kalian, maafkan rani juga karena belum bisa buat ibu dan ayah bahagia dan bangga memiliki anak seperti Rani.
Satu impian terbesar dalam hidupnya rani adalah rani bisa memberangkat ibu dan ayah mengunjungi Baitullah dengan hasil jerih payah keringat nya rani, selalu do’akan rani ya bu agar bisa jadi anak yang sukses dunia dan akhirat.

Rani selalu Sayang Ibu, Ayah, Acik, dan adek-adek.
Salam rindu dari anak mu

Rani Musodah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar